Trustycopywriter's Blog

PELANGGAN KERETA API BUTUH SOLUSI | 05/30/2011

Kereta api, layanan transportasi massa kini paling diminati masyarakat. Waktu perjalanan lebih singkat daripada menggunakan moda transportasi lainnya menjadi alasan utama bagi para komuter.  Terutama, para pekerja di kota-kota penyangga Jakarta yang mayoritas memiliki tujuan bekerja di Jakarta.

Kemacetan lalu lintas yang kian parah dari hari ke hari dan bisa memakan waktu 2-3 jam di perjalanan saja, membuat banyak komuter memilih kereta api dibandingkan shuttle bus yang telah disediakan oleh pengembang hunian sekalipun. Lihat saja, kereta api ekonomi AC maupun ekspress dipastikan selalu penuh sesak oleh penumpang.

Sayangnya, pemerintah belum mampu mengatasi lonjakan jumlah penumpang kereta dari kota-kota penyangga Jakarta khususnya di hari kerja. Lihat saja kereta ekonomi yang selalu berjubel penumpangnya. Bahkan terpaksa ada yang duduk diatap gerbong untuk menghindari copet atau tak bisa bernafas karena di dalam gerbong penuh sesak. Pintu kereta pun tak bisa ditutup.

Di peron kereta api, khususnya di stasiun Dukuh Atas Sudirman, pada jam-jam pulang kerja, peron selalu penuh dengan penumpang. Penumpang dengan berbagai jurusan menumpuk jadi satu di peron. Jadwal tiba kereta yang tak pasti juga membuat para penumpang memilih berdesak-desakan berdiri di peron karena takut tertinggal kereta. Jadilah, saat kereta ekspress Pakuan jurusan Bogor tiba, para penumpang saling mendorong demi minta jalan untuk masuk ke kereta.Begitu selanjutnya dengan penumpang kereta ekonomi AC jurusan Depok. Baru setelah itu, peron stasiun terasa agak lenggang dengan sisa penumpang jurusan Bintaro-Serpong. Dorong mendorong juga terjadi saat naik ke gerbong. Antara terjepit dan terdorong, menimbulkan kengerian jika terjatuh.

Padahal suasana penuh sesak ini bisa diatasi dengan teknologi. Ada baiknya pengelola perkereta-apian membuat sejenis kartu member isi ulang seperti kartu Flash yang dikeluarkan oleh Bank BCA. Jadi, para penumpang tinggal menggesekkan kartu tersebut pada sebuah alat yang terdapat di setiap gerbong kereta. Hal ini tentu membuat orang lebih leluasa tanpa harus menunggu di peron atau mengantri tiket. Penerapan tiket kereta langganan dalam bentuk kartu member ini bisa dijadikan sebuah solusi, mengingat mayoritas penumpang kereta ekspress adalah para pekerja yang kenal teknologi dan tentunya sudah tak asing dengan penggunaan kartu semacam ini. Selain itu, perlu dipikirkan untuk penambahan gerbong atau bahkan unit kereta agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.


Posted in Opinion

Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: