Trustycopywriter's Blog

Bermain Cerdaskan Anak | 05/12/2011

Bermain, Sarana Kreativitas Anak Bermain, bermain dan bermain, itulah mayoritas kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak sejak 2 bulan pertama di dunia hingga usianya mencapai 13 tahun. Keinginan untuk bermain sudah terlihat ketika si mungil yang baru berusia 2 bulan tampak memainkan jari-jemarinya. Bahkan menurut sebuah penelitian, sebaiknya hingga anak berusia 12 tahun, sebagian waktunya lebih banyak digunakan untuk bermain.

Bermain yang menghabiskan seluruh waktu anak-anak, mungkin dianggap pemborosan waktu oleh kebanyakan orang tua. Banyak orang tua yang akhirnya berusaha menggantikan waktu bermain anak dengan memberinya berbagai macam kursus. Padahal, bermain merupakan sarana anak mengembangkan daya imajinasi dan kreativitasnya. Menurut para ahli, potensi kreativitas mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun.Kreativitas ini akan menurun saat anak mulai memasuki usia sekolah dasar. Oleh karena itu, pada periode usia inilah orang tua harus peka terhadap kebutuhan bermain anak. Termasuk memilih jenis mainan untuk anak. Berbagai macam kursus yang terlalu dini untuk anak di periode usia tersebut, belum tentu mampu memaksimalkan pertumbuhan otak anak dan meningkatkan kecerdasannya. Justru, kebebasan bermain mampu mendukung peningkatan daya imajinasi dan kreativitas serta kelak memperlancar kemampuan belajar anak. Anak-anak selalu bereksplorasi saat bermain. Maka, pada saat inilah sebaiknya orang tua tidak terlalu ketat dalam memberikan larangan. Cukup dengan memberikan informasi yang tepat mengenai sebab akibat serta memberikan arahan kepada anak sehingga mereka dapat bermain dengan aman. Kesempatan untuk mencoba hal baru, juga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua ketika anaknya ingin mencoba sesuatu. Selama masih dalam batas wajar dan aman untuk anak-anak serta dalam pengawasan orang tua, biarkanlah mereka mengambil kesempatan itu.

Mengutip kata mutiara Kahlil Gibran “Anak-anak bukanlah milikmu, meski mereka lahir darimu. Mereka adalah milik kehidupannya.”Itulah sebabnya,  berilah kebebasan anak untuk bermain. Kita, sebagai orang tua hanya bertugas memfasilitasi dan memberikan pengarahan kepada anak-anak sehingga kelak mereka dapat tumbuh mandiri sesuai yang kita harapkan.


Posted in Parenting

Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: